Sukses adalah pencapaian terbaik dari setiap usaha yang telah kita lakukan. Mengartikan pencapaian terbaik tidaklah sama memperoleh peringkat terbaik, tetapi pencapaian terbaik adalah hasil yang telah kita peroleh dari hasil kerja keras secara maksimal. Suatu contoh seorang yang ikut lomba lari menjadi juara ke-3 bisa disebut telah sukses merebut juara ke-3 apabila dia berjuang sekuat tenaga untuk menjadi juara pertama, walaupun hasilnya juara ke-3. Ini artinya yang juara ke-2 dan pertama tampil lebih baik dari kita dan yang terpenting dari hasil tersebut kita dapat mengukur kekuatan kita sehingga dapat kita pelajari untuk menjadi juara pertama pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Peringkat terbaik akan kita peroleh dengan mengevaluasi pencapaian-pencapaian terbaik yang telah kita raih. Sir Alex Ferguson manajer Manchester United telah kehilangan beberapa musim mengantarkan klubnya juara liga utama inggris dan hanya menempati runer up di bawah Chelsea, namun di tahun 2007 ini dia dan klubnya tersebut menjadi juara karena menurutnya dia berhasil mengevaluasi kenapa Chelsea begitu dominan di dua musim sebelumnya.
Untuk itu sukses sebagai pencapaian terbaik dapat diperoleh dari kerja keras dari usaha dengan motivasi untuk menjadi peringkat terbaik. Dalam pertandingan sebuah tim yang tampil all out, bekerja sekuat tenaga untuk menjadi Juara maka pertandingan akan lebih menarik untuk disaksikan ketimbang sebuah tim yang telah terdegradasi.
Kita bisa lihat pada Piala Asia 2007. Bandingkan permainan tim Indonesia. Tim Indonesia selalu tampil maksimal di setiap pertandingan sehingga ribuan penonton bersemangat ingin menyaksikannya. Walaupun dalam pencapaian adalah jauh dari harapan tetapi itu bukan disebabkan kita adalah pecundang, namun dikarenakan mungkin memang disitulah pencapaian terbaik yang harus kita peroleh karena mungkin lawan kita lebih baik dari kita dan memang lawan pantas memperolehnya.
Sukses Berawal dari Niat Positif
Niat adalah sentuhan hati yang membuat seseorang termotivasi kepada tindakan nyata. Niat terbagi dua yaitu niat positif yang mengarah ke tindakan positif, kedua niat negatif yang hanya mengarah kepada tujuan sesaat dan ini biasanya dikarenakan kesombongan, kemalasan, dan nafsu serakah.
Ciri niat positif adalah sentuhan hati yang memperhatikan dan menuju kepada nilai-nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan kejujuran sehingga termotivasi kepada tindakan positif seperti tindakan sportif, jujur, tindakan dengan nilai sosial (keinginan membantu orang lain) dan membela kebenaran dan keadilan.
Ciri niat negatif adalah terbesitnya hati untuk melanggar dan merusak nilai-nilai kebaikan karena hanya berorientasi pada tujuan dan didasari kesombongan, rasa malas dan keinginan nafsu serakah sehingga mengarah kepada tindakan negatif sepeti melakukan kecurangan, takut kalah atau merugi, dan mengambil hak orang lain.
Sebenarnya sangat mudah melihat posisi kita apakah niat kita positif atau negatif yaitu pada saat kita telah mencapai tujuan. Jika diawali niat positif maka hati merasa puas dengan diiringi ketenangan dan rasa syukur. Namun jika diawali niat negatif maka hati merasa ada penyesalan, tidak tenang, tapi ada juga yang tertutup hatinya hanya ada kesombongan. Inilah sebuah kekuatan niat positif yang akan menciptakan kesuksesan sejati.
Seorang murid sekolah adalah pecundang jika dalam setiap ujian selalu membawa contekan, ketika ujian dia mencontek. Walaupun sekedar niat mencontek akan membuat orang malas belajar. Nilai yang dia dapatkan adalah semu. Orang-orang yang suka mencontek akhirnya tidak percaya kepada sistem belajar apapun dan mereka tidak pernah benar-benar menguasai pelajaran.
Seorang murid sekolah yang sukses adalah yang mau belajar dengan keras. Ketika ujian dia berusaha mengerjakan sesuai dengan kemampuannya tanpa bantuan contekan. Nilai yang didapat adalah murni hasil kerja kerasnya, walaupun mungkin tidak sesuai harapan nilainya adalah sebuah kebanggaan. Orang yang punya nilai tinggi karena belajar akan mempunyai kepercayaan tinggi terhadap kemampuannya.
Kegagalan adalah Bagian Jalan Menuju Kesuksesan
Ketika kita belajar berjalan pasti kita akan merasakan jatuh. Apa jadinya ketika terjatuh membuat kita takut kembali belajar berjalan? Tentu saat ini kita masih belum bisa berjalan.
Begitu pula dalam kehidupan nyata, kegagalan diibaratkan jatuh. Bila ingin sukses teruslah belajar dan mengevaluasi kegagalan bukannya berhenti. Jadikan kekalahan dan kegagalan sebagai bagian jalan menuju kesuksesan.
Hanya saja kita jangan selalu sering gagal pada kesalahan yang sama. Kalau kita selalu gagal pada kesalahan yang sama maka kita tidak pernah belajar dari kegagalan. Heh keledai saja tidak mungkin terperosok ke dalam lubang yang sama.
Saya pernah membaca Humor Sufi Nasrudin Affandi yang bisa kita ambil hikmahnya. Nasrudin Affandi mempunyai seekor keledai yang malas. Kalau berjalan lambatnya bukan main. Jarak satu kilometer bisa ditempuh lebih dari dua jam. Suatu hari, ketika ia mengendarai keledainya, bertemulah ia dengan seorang teman.
“Assalamu’alaikum!” sapa temannya.
“Waalaikumussalam,” jawab Nasrudin.
“Hendak kemana engkau Nasrudin? Hendak ke pengajiankah?” tanya temannya melihat Nasrudin berpakaian rapih.
“Aku hendak sembahyang Jum’at di masjid sana.!” Jawab Nasrudin.
“Tapi sekarang kan baru hari Kamis?” temannya bertanya heran.
“Oh, sahabatku. Saya mempunyai keledai istimewa. Mungkin tidak ada yang menandinginya dalam hal malas dan lambat. Aku akan bersyukur kalau esok bisa tiba di masjid tepat waktunya,” jawab Nasrudin.
Hmm.., mungkin kalian menganggap cerita di atas lucu atau aneh tapi dari humor sufi tersebut ada terdapat hikmah yang dapat kita ambil yaitu bahwa Nasrudin mengetahui kelemahan keledainya makanya dia berangkat lebih awal bahkan hari kamis pagi padahal sembahyang jum’at dilakukan jum’at siang. Begitu juga sebelum dan setelah gagal kita harus mengetahui kekurangan kita agar tidak terjadi kegagalan, minimal dengan cara mengetahui kelemahan kita kemudian kita perbaiki dengan kerja lebih keras. Itulah hikmah dibalik cerita tersebut.
Percayalah bahwa Tuhan Selalu Memberikan Yang Terbaik
Pondasi utama membangun kesuksesan adalah rasa syukur terhadap pemberian Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan lewat takdirnya selalu memberikan yang terbaik sesuai dengan usaha kita. Percayalah Tuhan Maha Adil sehingga tidak ada yang luput darinya ketika memberikan sebuah hasil kepada kita.
Ada sebuah kisah tentang seorang kakak yang sukses ketika mengajarkan memahami ini. Dia bertanya, “ Jika kamu dipastikan harus memilih satu buah yang terbaik dari dua buah mangga yang ada. Apa yang kamu lakukan?”
“ Aku akan memilih seperti yang telah aku ketahui bahwa memilih mangga yang manis dapat kulihat dari kulitnya, dari bau wanginya, dan kurasakan kekenyalannya.”Jawab sang adik.
“ Jawaban kamu sangat masuk akal. Tetapi apakah kamu akan kecewa jika setelah dikupas rasa mangga itu asam? Dan apa yang akan kamu lakukan terhadap mangga tersebut”.
“ Tentu saja kecewa kak. Aku menginginkan mangga yang manis. Selanjutnya tentu aku akan membuangnya”
Dengan bijak sang kakak berkata,” Adikku kuberitahu satu hal. Kalo kamu kecewa berarti kamu tidak percaya kepada kemampuanmu. Bukankah kamu juga tidak tahu rasa mangga yang lainnya, mungkin saja lebih asam. Jika kamu membuangnya maka kamu tidak berterima kasih terhadap pemberian Tuhan. Kalau kamu selalu melakukan hal ini ketika telah memilih maka aku yakinkan kamu tidak akan pernah mendapat apa-apa dari setiap usahamu. Yang lebih penting percayalah bahwa Tuhan Maha Adil dan Dia selalu memberikan yang terbaik dari usahamu.”
“ Aku setuju. Tapi bukankah yang aku inginkan mangga yang manis bukan yang asam?”
“ Membuangnya berarti kamu tidak akan mendapat apa-apa dari usahamu. Bukankah kamu bisa menyimpannya beberapa saat hingga manis atau kalau kamu tidak mau menunggu kamu bisa membuat rujak atau manisan mangga.”
Dari perbincangan di atas ada beberapa pelajaran yang diambil. Begitu juga dalam kehidupan kita mempunyai banyak pilihan yang diambil dan kita selalu mengambil sesuai dengan kemampuan dan ilmu yang kita peroleh. Tuhan Maha Adil sehingga memberikan pilihan yang terbaik dari usaha kerja keras kita, namun sayangnya kita kadang tidak sependapat karena kadang kala kita terlalu memikirkan target yang belum kita capai sehingga yang kita pilih tidak bermakna sama sekali.
Orang Sukses Belajar Sepanjang Masa
Orang sukses tampak menonjol dari orang lain dikarenakan dia belajar lebih banyak dari orang lain. Hidup adalah lautan ilmu. Di mana saja kita bisa belajar dan memang harus terus belajar hingga akhir hayat.
Apa yang dibutuhkan orang untuk belajar ? Dari banyak jawaban pasti anda menjawab guru, buku, dan sekolah. Namun apakah anda belajar hanya dari teori guru anda akan mengerti? Apakah setelah kita membaca buku maka kita bisa mengerti? Apakah orang yang selalu berangkat ke sekolah akan menjadi pintar? Tentu tidak. Dari teori guru, membaca buku dan berangkat ke sekolah tentu yang utama adalah berlatih, mempraktekannya, dan mencoba ilmu yang telah kita pelajari. Kadang kala teori guru belum tentu benar karena guru juga manusia biasa yang sama-sama dari proses belajar juga. Proses belajar menghasilkan pengalaman dan pengalaman inilah yang diajarkan kepada kita.
Secara garis besar hakikat belajar adalah mempelajari pengalaman orang lain maupun diri sendiri. Dari pengalaman ini kita kemudian membuat sebuah dugaan-dugaan. Tapi dalam dugaan-dugaan itu tidak semuanya benar dan harus dibuktikan dengan proses latihan, praktek, dan mencobanya. Apabila dugaan-dugaan itu benar maka kita mendapat pengalaman positif. Apabila dugaan-dugaan itu salah maka kita mendapat pengalaman negatif. Pengalaman positif akan menjadi tolak ukur sesuatu yang harus dikerjakan dan pengalaman negatif biasanya akan menjadi tolak ukur sesuatu yang harus dihindarkan.
Untuk itulah selalu mencari pengalaman baru dan mempelajarinya adalah cara mendapat kesuksesan. Orang sukses selalu bercerita pengalaman-pengalaman positif sedangkan orang gagal selalu bercerita pengalaman-pengalaman negatif seperti mengeluh, kecewa, dan frustasi.
Berusahalah Lebih Keras, Cerdas, dan Ikhlas
Seperti kata pepatah, musuh jangan dicari ketemu janganlah lari. Orang yang sukses tidak akan mundur dari tantangan-tantangan kehidupan yang dihadapi. Karenanya seluruh manusia yang ingin sukses menjadikan dirinya untuk berusaha lebih keras, cerdas, dan ikhlas.
Sibukan pikiran-pikiran kita, sibukan hari-hari kita dengan bekerja keras, bekerja sepenuh hati, setulus dan seikhlas mungkin.
Menggapai sukses lebih dari sekedar membangun sebuah impian. Yakinkan diri anda telah berada di jalan menuju sukses. Semangatkan diri anda dengan berusaha dengan senang hati. Keyakinan yang kuat dan semangat yang membara adalah modal agar kita dapat bekerja lebih keras, cerdas, dan ikhlas.
Tips Memahami Sukses:
§ Sukses adalah pencapaian terbaik dari setiap usaha yang telah kita lakukan. Mengartikan pencapaian terbaik tidaklah sama memperoleh peringkat terbaik, tetapi pencapaian terbaik adalah hasil yang telah kita peroleh dari hasil kerja keras secara maksimal.
§ Sukses Berawal dari Niat Positif, Segala tindakan berawal dari niat. Niat Positif adalah arahan hati yang memperhatikan dan menuju kepada nilai-nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan kejujuran sehingga termotivasi kepada tindakan positif.
§ Kegagalan adalah Bagian Jalan Menuju Kesuksesan, kegagalan diibaratkan jatuh. Bila ingin sukses teruslah belajar dan mengevaluasi kegagalan bukannya berhenti. Jadikan kekalahan dan kegagalan sebagai bagian jalan menuju kesuksesan.
§ Percayalah bahwa Tuhan Selalu Memberikan Yang Terbaik, Pondasi utama membangun kesuksesan adalah rasa syukur terhadap pemberian Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan lewat takdirnya selalu memberikan yang terbaik sesuai dengan usaha kita. Percayalah Tuhan Maha Adil sehingga tidak ada yang luput darinya ketika memberikan sebuah hasil kepada kita.
§ Orang Sukses Belajar Sepanjang Masa, Orang sukses tampak menonjol dari orang lain dikarenakan dia belajar lebih banyak dari orang lain. Hidup adalah lautan ilmu. Di mana saja kita bisa belajar dan memang harus terus belajar hingga akhir hayat.
§ Berusahalah Lebih Keras, Cerdas, dan Ikhlas, Sibukan pikiran-pikiran kita, sibukan hari-hari kita dengan bekerja keras, bekerja sepenuh hati, setulus dan seikhlas mungkin.
Peringkat terbaik akan kita peroleh dengan mengevaluasi pencapaian-pencapaian terbaik yang telah kita raih. Sir Alex Ferguson manajer Manchester United telah kehilangan beberapa musim mengantarkan klubnya juara liga utama inggris dan hanya menempati runer up di bawah Chelsea, namun di tahun 2007 ini dia dan klubnya tersebut menjadi juara karena menurutnya dia berhasil mengevaluasi kenapa Chelsea begitu dominan di dua musim sebelumnya.
Untuk itu sukses sebagai pencapaian terbaik dapat diperoleh dari kerja keras dari usaha dengan motivasi untuk menjadi peringkat terbaik. Dalam pertandingan sebuah tim yang tampil all out, bekerja sekuat tenaga untuk menjadi Juara maka pertandingan akan lebih menarik untuk disaksikan ketimbang sebuah tim yang telah terdegradasi.
Kita bisa lihat pada Piala Asia 2007. Bandingkan permainan tim Indonesia. Tim Indonesia selalu tampil maksimal di setiap pertandingan sehingga ribuan penonton bersemangat ingin menyaksikannya. Walaupun dalam pencapaian adalah jauh dari harapan tetapi itu bukan disebabkan kita adalah pecundang, namun dikarenakan mungkin memang disitulah pencapaian terbaik yang harus kita peroleh karena mungkin lawan kita lebih baik dari kita dan memang lawan pantas memperolehnya.
Sukses Berawal dari Niat Positif
Niat adalah sentuhan hati yang membuat seseorang termotivasi kepada tindakan nyata. Niat terbagi dua yaitu niat positif yang mengarah ke tindakan positif, kedua niat negatif yang hanya mengarah kepada tujuan sesaat dan ini biasanya dikarenakan kesombongan, kemalasan, dan nafsu serakah.
Ciri niat positif adalah sentuhan hati yang memperhatikan dan menuju kepada nilai-nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan kejujuran sehingga termotivasi kepada tindakan positif seperti tindakan sportif, jujur, tindakan dengan nilai sosial (keinginan membantu orang lain) dan membela kebenaran dan keadilan.
Ciri niat negatif adalah terbesitnya hati untuk melanggar dan merusak nilai-nilai kebaikan karena hanya berorientasi pada tujuan dan didasari kesombongan, rasa malas dan keinginan nafsu serakah sehingga mengarah kepada tindakan negatif sepeti melakukan kecurangan, takut kalah atau merugi, dan mengambil hak orang lain.
Sebenarnya sangat mudah melihat posisi kita apakah niat kita positif atau negatif yaitu pada saat kita telah mencapai tujuan. Jika diawali niat positif maka hati merasa puas dengan diiringi ketenangan dan rasa syukur. Namun jika diawali niat negatif maka hati merasa ada penyesalan, tidak tenang, tapi ada juga yang tertutup hatinya hanya ada kesombongan. Inilah sebuah kekuatan niat positif yang akan menciptakan kesuksesan sejati.
Seorang murid sekolah adalah pecundang jika dalam setiap ujian selalu membawa contekan, ketika ujian dia mencontek. Walaupun sekedar niat mencontek akan membuat orang malas belajar. Nilai yang dia dapatkan adalah semu. Orang-orang yang suka mencontek akhirnya tidak percaya kepada sistem belajar apapun dan mereka tidak pernah benar-benar menguasai pelajaran.
Seorang murid sekolah yang sukses adalah yang mau belajar dengan keras. Ketika ujian dia berusaha mengerjakan sesuai dengan kemampuannya tanpa bantuan contekan. Nilai yang didapat adalah murni hasil kerja kerasnya, walaupun mungkin tidak sesuai harapan nilainya adalah sebuah kebanggaan. Orang yang punya nilai tinggi karena belajar akan mempunyai kepercayaan tinggi terhadap kemampuannya.
Kegagalan adalah Bagian Jalan Menuju Kesuksesan
Ketika kita belajar berjalan pasti kita akan merasakan jatuh. Apa jadinya ketika terjatuh membuat kita takut kembali belajar berjalan? Tentu saat ini kita masih belum bisa berjalan.
Begitu pula dalam kehidupan nyata, kegagalan diibaratkan jatuh. Bila ingin sukses teruslah belajar dan mengevaluasi kegagalan bukannya berhenti. Jadikan kekalahan dan kegagalan sebagai bagian jalan menuju kesuksesan.
Hanya saja kita jangan selalu sering gagal pada kesalahan yang sama. Kalau kita selalu gagal pada kesalahan yang sama maka kita tidak pernah belajar dari kegagalan. Heh keledai saja tidak mungkin terperosok ke dalam lubang yang sama.
Saya pernah membaca Humor Sufi Nasrudin Affandi yang bisa kita ambil hikmahnya. Nasrudin Affandi mempunyai seekor keledai yang malas. Kalau berjalan lambatnya bukan main. Jarak satu kilometer bisa ditempuh lebih dari dua jam. Suatu hari, ketika ia mengendarai keledainya, bertemulah ia dengan seorang teman.
“Assalamu’alaikum!” sapa temannya.
“Waalaikumussalam,” jawab Nasrudin.
“Hendak kemana engkau Nasrudin? Hendak ke pengajiankah?” tanya temannya melihat Nasrudin berpakaian rapih.
“Aku hendak sembahyang Jum’at di masjid sana.!” Jawab Nasrudin.
“Tapi sekarang kan baru hari Kamis?” temannya bertanya heran.
“Oh, sahabatku. Saya mempunyai keledai istimewa. Mungkin tidak ada yang menandinginya dalam hal malas dan lambat. Aku akan bersyukur kalau esok bisa tiba di masjid tepat waktunya,” jawab Nasrudin.
Hmm.., mungkin kalian menganggap cerita di atas lucu atau aneh tapi dari humor sufi tersebut ada terdapat hikmah yang dapat kita ambil yaitu bahwa Nasrudin mengetahui kelemahan keledainya makanya dia berangkat lebih awal bahkan hari kamis pagi padahal sembahyang jum’at dilakukan jum’at siang. Begitu juga sebelum dan setelah gagal kita harus mengetahui kekurangan kita agar tidak terjadi kegagalan, minimal dengan cara mengetahui kelemahan kita kemudian kita perbaiki dengan kerja lebih keras. Itulah hikmah dibalik cerita tersebut.
Percayalah bahwa Tuhan Selalu Memberikan Yang Terbaik
Pondasi utama membangun kesuksesan adalah rasa syukur terhadap pemberian Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan lewat takdirnya selalu memberikan yang terbaik sesuai dengan usaha kita. Percayalah Tuhan Maha Adil sehingga tidak ada yang luput darinya ketika memberikan sebuah hasil kepada kita.
Ada sebuah kisah tentang seorang kakak yang sukses ketika mengajarkan memahami ini. Dia bertanya, “ Jika kamu dipastikan harus memilih satu buah yang terbaik dari dua buah mangga yang ada. Apa yang kamu lakukan?”
“ Aku akan memilih seperti yang telah aku ketahui bahwa memilih mangga yang manis dapat kulihat dari kulitnya, dari bau wanginya, dan kurasakan kekenyalannya.”Jawab sang adik.
“ Jawaban kamu sangat masuk akal. Tetapi apakah kamu akan kecewa jika setelah dikupas rasa mangga itu asam? Dan apa yang akan kamu lakukan terhadap mangga tersebut”.
“ Tentu saja kecewa kak. Aku menginginkan mangga yang manis. Selanjutnya tentu aku akan membuangnya”
Dengan bijak sang kakak berkata,” Adikku kuberitahu satu hal. Kalo kamu kecewa berarti kamu tidak percaya kepada kemampuanmu. Bukankah kamu juga tidak tahu rasa mangga yang lainnya, mungkin saja lebih asam. Jika kamu membuangnya maka kamu tidak berterima kasih terhadap pemberian Tuhan. Kalau kamu selalu melakukan hal ini ketika telah memilih maka aku yakinkan kamu tidak akan pernah mendapat apa-apa dari setiap usahamu. Yang lebih penting percayalah bahwa Tuhan Maha Adil dan Dia selalu memberikan yang terbaik dari usahamu.”
“ Aku setuju. Tapi bukankah yang aku inginkan mangga yang manis bukan yang asam?”
“ Membuangnya berarti kamu tidak akan mendapat apa-apa dari usahamu. Bukankah kamu bisa menyimpannya beberapa saat hingga manis atau kalau kamu tidak mau menunggu kamu bisa membuat rujak atau manisan mangga.”
Dari perbincangan di atas ada beberapa pelajaran yang diambil. Begitu juga dalam kehidupan kita mempunyai banyak pilihan yang diambil dan kita selalu mengambil sesuai dengan kemampuan dan ilmu yang kita peroleh. Tuhan Maha Adil sehingga memberikan pilihan yang terbaik dari usaha kerja keras kita, namun sayangnya kita kadang tidak sependapat karena kadang kala kita terlalu memikirkan target yang belum kita capai sehingga yang kita pilih tidak bermakna sama sekali.
Orang Sukses Belajar Sepanjang Masa
Orang sukses tampak menonjol dari orang lain dikarenakan dia belajar lebih banyak dari orang lain. Hidup adalah lautan ilmu. Di mana saja kita bisa belajar dan memang harus terus belajar hingga akhir hayat.
Apa yang dibutuhkan orang untuk belajar ? Dari banyak jawaban pasti anda menjawab guru, buku, dan sekolah. Namun apakah anda belajar hanya dari teori guru anda akan mengerti? Apakah setelah kita membaca buku maka kita bisa mengerti? Apakah orang yang selalu berangkat ke sekolah akan menjadi pintar? Tentu tidak. Dari teori guru, membaca buku dan berangkat ke sekolah tentu yang utama adalah berlatih, mempraktekannya, dan mencoba ilmu yang telah kita pelajari. Kadang kala teori guru belum tentu benar karena guru juga manusia biasa yang sama-sama dari proses belajar juga. Proses belajar menghasilkan pengalaman dan pengalaman inilah yang diajarkan kepada kita.
Secara garis besar hakikat belajar adalah mempelajari pengalaman orang lain maupun diri sendiri. Dari pengalaman ini kita kemudian membuat sebuah dugaan-dugaan. Tapi dalam dugaan-dugaan itu tidak semuanya benar dan harus dibuktikan dengan proses latihan, praktek, dan mencobanya. Apabila dugaan-dugaan itu benar maka kita mendapat pengalaman positif. Apabila dugaan-dugaan itu salah maka kita mendapat pengalaman negatif. Pengalaman positif akan menjadi tolak ukur sesuatu yang harus dikerjakan dan pengalaman negatif biasanya akan menjadi tolak ukur sesuatu yang harus dihindarkan.
Untuk itulah selalu mencari pengalaman baru dan mempelajarinya adalah cara mendapat kesuksesan. Orang sukses selalu bercerita pengalaman-pengalaman positif sedangkan orang gagal selalu bercerita pengalaman-pengalaman negatif seperti mengeluh, kecewa, dan frustasi.
Berusahalah Lebih Keras, Cerdas, dan Ikhlas
Seperti kata pepatah, musuh jangan dicari ketemu janganlah lari. Orang yang sukses tidak akan mundur dari tantangan-tantangan kehidupan yang dihadapi. Karenanya seluruh manusia yang ingin sukses menjadikan dirinya untuk berusaha lebih keras, cerdas, dan ikhlas.
Sibukan pikiran-pikiran kita, sibukan hari-hari kita dengan bekerja keras, bekerja sepenuh hati, setulus dan seikhlas mungkin.
Menggapai sukses lebih dari sekedar membangun sebuah impian. Yakinkan diri anda telah berada di jalan menuju sukses. Semangatkan diri anda dengan berusaha dengan senang hati. Keyakinan yang kuat dan semangat yang membara adalah modal agar kita dapat bekerja lebih keras, cerdas, dan ikhlas.
Tips Memahami Sukses:
§ Sukses adalah pencapaian terbaik dari setiap usaha yang telah kita lakukan. Mengartikan pencapaian terbaik tidaklah sama memperoleh peringkat terbaik, tetapi pencapaian terbaik adalah hasil yang telah kita peroleh dari hasil kerja keras secara maksimal.
§ Sukses Berawal dari Niat Positif, Segala tindakan berawal dari niat. Niat Positif adalah arahan hati yang memperhatikan dan menuju kepada nilai-nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan kejujuran sehingga termotivasi kepada tindakan positif.
§ Kegagalan adalah Bagian Jalan Menuju Kesuksesan, kegagalan diibaratkan jatuh. Bila ingin sukses teruslah belajar dan mengevaluasi kegagalan bukannya berhenti. Jadikan kekalahan dan kegagalan sebagai bagian jalan menuju kesuksesan.
§ Percayalah bahwa Tuhan Selalu Memberikan Yang Terbaik, Pondasi utama membangun kesuksesan adalah rasa syukur terhadap pemberian Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan lewat takdirnya selalu memberikan yang terbaik sesuai dengan usaha kita. Percayalah Tuhan Maha Adil sehingga tidak ada yang luput darinya ketika memberikan sebuah hasil kepada kita.
§ Orang Sukses Belajar Sepanjang Masa, Orang sukses tampak menonjol dari orang lain dikarenakan dia belajar lebih banyak dari orang lain. Hidup adalah lautan ilmu. Di mana saja kita bisa belajar dan memang harus terus belajar hingga akhir hayat.
§ Berusahalah Lebih Keras, Cerdas, dan Ikhlas, Sibukan pikiran-pikiran kita, sibukan hari-hari kita dengan bekerja keras, bekerja sepenuh hati, setulus dan seikhlas mungkin.
